Minggu, 10 Mei 2020

MOTIVASI MENULIS BUKU DAN BERPRESTASI




BIODATA             



Nama                           : DRS. RUSMIN, M.A.P
Tempat, Tgl. Lahir       : Anjir Pasar, 20 MEI 1966
Tugas                           : Kepsek SMAN 1 Alalak
                                       Kab. Barito Kuala
                                       Kalimantan Selatan

Organisasi                   : Ketua PGRI Kab. Barito Kuala






Narasumber kita kali ini adalah :
Dr. H. IMRON ROSIDI, S.Pd., M.Pd ,
Lahir     di Surabaya, 10 Juni 1966.
PNS dengan Pangkat/Gol. Ruang          : Pembina Utama Muda/ IV C
Tempat kerja beliau di UPT SMA Negeri 2 Pasuruan
Pendidikan terakhir : Pascasarjana S3 Bahasa Indonesia, Fakultas/Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia.

Tema kita  kali ini adalah “Motivasi Menulis Buku dan Berprestasi”.


Saat ini marilah kita memotivasi diri untuk menjadi guru penulis, guru yang visioner.
Sebenarnya tidak ada orang yang tidak bisa menulis buku, yang ada adalah orang yang tidak mau menulis buku.
Mengapa demikian?

Menulis itu mengungkapkan gagasan, pikiran, dan perasaan yang dituangkan dalam bentuk tulisan kalimat yang bisa dibaca dan dipahami oleh orang lain. Jadi sebenarnya menulis ini sama saja dengan menyampaikan apa yang sebenarnya ingin kita ucapkan dalam bahasa lisan, namun disampaikan dalam bahasa tulisa.
Seseorang bisa dengan lancar berbicara, bahkan setiap bertemu dengan teman, kolega, keluarga bahkan dengan orang tidak dikenal sekalipun kita bisa dengan lancar berbicara tanpa harus berpikir. Tapi ketika menulis? Padahal keduanya sama, yaitu mengungkapkan gagasan, pikiran, dan perasaan.
Empat syarat untuk menulis:
1.       Mau
Sebagai hasrat untuk memulai menulis maka kemauan yang kuat adalah langkah pertama untuk dapat bisa menulis buku dengan baik.
2.       Tekun
Kesungguhan dalam melaksanakan niat atau kemauan yang tulus perlu ketekunan. Disiplin untuk tetap memegang teguh komitmen atau kemauan dalam menulis akan berbuah hasil yang baik.
3.       Nekat
Keberanian untuk terus melangkah dalam menulis adalah bagian dari upaya menghilangkan keragu-raguan. Nekat adalah bagian upaya memaksakan diri untuk terun melakukan sesuatu agar tujuannya tercapai.
4.       Baca
Agar dapat menambah wawasan dalam menuangkan gagasan, pikiran dan perasaan dalam bentuk tulisan, maka kita perlu banyak membaca. Dengan banyak membaca kita tidak akan kehilangan kata-kata.
Menulis itu adalah suatu keterampilan, jadi perlu dilatih berulang-ulang dan sebagai asupan untuk menambah wawasan maka perlu membaca. Jangan merasa takut salah lalu tidak mau menulis, orang yang tidak pernah salah hanyalah orang yang tidak pernah berbuat apa-apa.
Setelah mempelajari tulisan di atas kalua masih tidak bisa menulis berarti ada kemungkinan
1.       Belum menemukan alasan mengapa harus menulis
2.       Tidak tahu cara menulis
Mari awali dengan menulis buku kumpulan puisi, kumpulan cerpen. Lanjut  ke buku umum, atau buku-buku motivasi dan buku pelajaran.
Menulis itu keterampilan. Maka harus terus berlatih. Berlatih menulis, dan bukan dipelajari.Sebagaimana pemain sepak bola. Dia harus  terus berlatih. Tetapi dia juga perlu vitamin agar dapat selalu bermain dengan baik dengan  kondisi tubuh yang tetap prima.
Begitu juga seorang penulis harus terus berlatih menulis dan perlu vitamin dalam menulis. Dan vitaminnya seorang penulis yaitu dengan banyak membaca buku-buku  tentang teori menulis dan hal-hal lain yang berhubungan dengan menulis, ungkap Dr. Imron.
Biarlah tulisan kita awalnya tidak terlalu bagus. Tetapi kita harus  yakin bahwa dengan  terus berlatih akan ada peningkatan, baik dari segi kedalaman konten/ isinya  maupun dari bahasanya. Pengalaman Dr.Imron dalam menulis buku, diawali dengan menulis LKS( Lembar Kegiatan Siswa). Dari LKS tersebut justru beliau  mendapatkan semuanya, maksudnya memperoleh ketenaran, royalty / keuangan, pengalaman, kesuksesan dan yang terpenting kebahagiaan hati, kepuasan batin dapat berbagi ilmu dan informasi yang dibutuhkan orang lain. Itu karena waktu dulu LKS wajib dimiliki siswa. Sehingga siswa membutuhkan dan membeli LKS tersebut untuk kepentingan belajar mereka.
Setelah menulis LKS sukses, beliau kemudian  menulis buku-buku umum untuk dilombakan di tingkat nasional. Dan dua kali beliau juara nasional. Selanjutnya beliau menulis buku pelajaran dan sekarang aktif menulis buku perkuliahan dan buku-buku umum.
3 p ( person, paper dan place )
Agar dapat menulis maka perlu mendalami materi dengan 3p (  person, paper dan place ). Sebelum menulis buku mulailah dengan 3P yaitu :
1)   Person.
Kita sebagai penulis harus banyak berdiskusi dengan orang-orang yang mengerti dengan apa yang akan kita tulis.
2)   Paper
Dengan cara membeli buku-buku yang sesuai dengan yang akan kita tulis . Membeli atau mengumpulkan berbagai buku, majalah, jurnal dll yang sesuai dengan materi yang akan kita tulis. 
3)   place
Artinya mendatangi tempat yang akan kita jadikan obyek tulisan kita. Contoh kalau mau menulis tentang pesantren harus banyak datang ke pesantren. Tetap bergairah dengan melihat senangnya apabila buku kita terbit. Ayo menulis buku dan kirimkan .


Hal-hal penting dalam tanya jawab

-          Bagaimana teknis menulis buku pelajaran yang menarik, dimana kita tahu bahwa siswa milenial (meski tidak semuanya) kenyataannya kurang suka membaca buku, lebih menyukai youtube?

Jawaban
Bahwa kita , sebagai seorang penulis harus melihat dulu siapa pembacanya.Masalah siswa sekarang lebih suka youtube karena memang peradabannya sudah seperti itu. Setiap hari dan detik membuka hp, dan bukan membuka buku.Kalau menulis buku dan digemari penerbit (buku umum) maka menulislah hal-hal yang saat ini sedang hit / hangat. Bisa  tulisan tentang kiat belajar di rumah di saat pandemi virus corona. Atau tulisan yang berisi pengalaman orang-orang sukses, bagaimana saat dia menjadi siswa . Atau hal-hal lain, pasti akan lebih menarik. Semuanya harus dicoba , dilatih terus , jangan takut tulisan  jelek dan tidak laku. Seorang penulis pantang menyerah, pantang berputus asa. Harus gigih dan bersemangat.

-          Ketika dari kecil suka membaca dan menulis dan selalu terputus ditengah jalan,  karena selalu mencari alasan dan selalu ada alasan itu,  salah satunya adalah aturan pembuatan tulisan yang dipaparkan seperti  dalam PPT,  mohon di jelaskan lebih spesifik lagi karena saya selalu tergerak untuk menulis tetapi tidak bisa menulis!

Jawaban :
Antara otak kita yang berjalan lancar dengan tangan kita yang mengetik, jauh lebih cepat otak kita. Waktu menulis anggaplah sedang berbicara. Kalau ada yang salah saat mengetik, mungkin salah huruf, kurang huruf, kalimatnya kurang baik. Biarkan saja. Terus menulis jangan takut salah.Setelah dianggap selesai, mungkin  4 sampai dengan 6 paragraf. Dibaca lagi sambil membenahi yang salah. Masalah kemandegan, belum selesai menulis lalu berhenti, itu karena kurangnya motivasi dalam menulis. Kalau menulis artikel populer, cerpen, puisi harusnya sekali duduk. Malamnya sebelum menulis, penuhi dulu wawasan kita tentang apa yang akan ditulis.

-          Materi yang Dr.Imron sampaikan benar-benar motivatif sekali. Di buku non fiksi, apakah daftar pustaka disematkan juga dalam isi buku, ataukah cukup disematkan di bagian daftar pustaka saja, Seperti ketika kita membuat artikel ilmiah? Biasanya untuk terbitan pertama, penerbit akan mencetak bukunya sejumlah berapa eksemplar? Untuk buku antologi itu kan berarti buku keroyokan dari banyak penulis, untuk pemberian sistem royaltinya bagaimana? Sebaiknya sebagai penulis pemula, ke penerbit mana kita dapat menawarkan buku kita?

Jawaban
Bahwa daftar pustaka hanya di akhir tulisan. Bisa juga dengan diberi footnote. Untuk menerbitkan berapa jumlah eksemplarnya itu tergantung prediksi penerbit. Maaf, buku saya yang akan diterbitkan Kanisius Jogja, masih proses, akan diterbitkan 500 eks. Kalau menerbitkan sendiri 5 eks bisa, 100 juga bisa. Biasanya penerbit major tidak menerbitkan buku antologi yang keroyokan. Lebih lanjut Dr.Imron mengatakan bahwa sebagai  penulis pemula, untuk menerbitkan buku sebaiknya ke penerbit indie atau menerbitkan sendiri dulu. Artinya dengan biaya sendiri.Nanti kalau dirasa tulisan kita bagus, baru dikirim ke penerbit mayor. Ingat dan  lihatlah visi dari masing-masing penerbit.

-          Untuk langkah awal yang bisa memberi semangat kita agar kita bisa menemukan sesuatu sehingga bisa berlanjut ke menulis buku itu apa? Selain motivasi terdapat juga passion dalam menulis. Bagaimana menyelaraskan dan mensinergikan antara motivasi dan minat dalam menulis ? 

Jawaban
Bahwa seorang penulis itu harus selalu mempersenjatai diri dengan sebuah pena untuk jaman dulu. Ketika sekarang jaman semakin maju, teknologi kian berkembang maka dapat menggunakan handphone untuk mencatat ide yang muncul tiba-tiba. Dan ide yang muncul harus segera dituliskan/dicatat ,tidak boleh ditunda.Terus tentukan, tulislah dalam bentuk yang paling sederhana, artikel populer. Artikel populer hanya 3 sampai dengan 5 halaman. Baca terus dan kirim ke majalah atau surat kabar. Misal ke radar dulu. Satu kali terbit maka nama Anda akan dicatat oleh tim redaktur.Tentunya setiap orang berbeda dalam hal motivasi dan minat menulis.  Gairah dan motivasi keduanya sejoli dan berjodoh. Ketika ada motivasi maka kita harus menuliskannya agar siswa kita bangga , dan saat itu bisa muncul gairah, kalau kita seorang guru. Dan gairah ini akan terus bertambah ketika tulisan kita terbit. Akhirnya kita akan terus menulis dan menulis. Contoh saja. Ada sebuah cerita. tentang seorang guru SD di sebuah pulau terpencil. Satu buku selesai ditulis  dan diterbitkan sendiri. Banyak orang memberi apresiasi. Akhirnya dia tambah bergairah untuk menghasilkan buku-buku selanjutnya.

-          Bagaimana tahapan dalam membuka dan menutup kalimat atau paragraf? Apakah  karya tulis / buku untuk syarat naik pangkat dari golongan 3 ke golongan 4 ada perbedaannya?

Jawab
Paragraf itu gabungan kalimat yang koheren atau padu. Ada 3 cara agar padu yaitu :
1) Mengulang kata yang sebelumnya disebutkan,
2) Mengganti dengan kata lain yang sama maknanya, dan
3) Memberi konjungsi antar kalimat. Paragraf itu terdiri atas 3 sampai dengan 5 kalimat, bisa 1 kalimat utama dengan 2 kalimat penjelas.Paragraf bisa dimulai dari kalimat utama, yaitu kalimat yang perlu dijelaskan dan masih bersifat umum. Misal Pandemi Corona menyengsarakan banyak orang. Kalimat selanjutnya adalah penjelas dari kalimat tersebut. Jadi berakhir apabila dianggap penjelasnya sudah cukup. Usahakan maksimal 5 kalimat.Dan untuk menulis buku kenaikan pangkat dan karya tulis tidak ada perbedaannya. Syarat yang penting kalau buku itu sudah berISBN nilainya 3 dan kalau tidak ber ISBN nilainya 1,5.

-          Bagaimana cara mengatasi jika sedang banyak urusan/kegiatan/acara dan juga harus meluangkan waktu untuk menulis?

Jawaban
Dengan membagi pengalamannya bahwa beliau menulis sebenarnya baru, ketika masuk menjadi mahasiswa jurusan Bahasa Indonesia dan mengikuti kegiatan HMP (Himpunan mahasiswa penulis). Beliau banyak menulis puisi dan cerpen serta artikel populer di majalah kampus . Sejak menjadi guru pada tahun1989, baru pada tahun 1990 ada 1 buku yang terbit. Dan hal itu memunculkan motivasi dalam dirinya,  karena hinaan salah satu guru. Waktu itu gurunya bilang, mana ada guru D3 tulisannya diterbitkan. Dan Alhamdulillah saat itu buku beliau diterbitkan oleh penerbit YA3 Malang .Dan mulai saat itulah gairah menulis muncul dalam diri Dr.Imron Rosidi.
Penulis itu harus mau mengorbankan waktu agar impiannnya menjadi seorang penulis dapat tercapai. Dan beliau sekarang menjadi kepala sekolah, mengajar di dua pondok pesantren dan satu perguruan tinggi dan masih sempat melatih pencak silat. Beliau menulis setiap malam dan setiap ada waktu luang. Beliau mengatakan harus ada waktu wajib, misal malam hari jam berapa sampai dengan berapa. Tanpa ada waktu wajib menulis, pasti sulit untuk menjadi penulis. Jadi harus ada disiplin diri yang baik untuk menjadi penulis.
Jika ingin menerbitkan buku di penerbit mayor harus faham visi misi sebuah penerbit. Pelajari beberapa penerbit beserta karakteristik tulisan yang diterima. Untuk bisa ke penerbit mayor, usahakan kita sudah terkenal dulu. Untuk mengetahuinya bagaimana? Buka google, ketik nama dan asal. Kalau ada berarti sudah terkenal. Untuk mengetahui visi misinya harus membuka google. Atau yang paling gampang datang ke toko buku. Cari buku yang selaras dengan buku yang akan kita tulis. Kirimkan naskah kita ke sana.


































1 komentar:

PERKENALAN KEPALA SEKOLAH PADA MPLS

KEPALA SMAN 1 ALALAK Nama                          : Drs. Rusmin, M.A.P NIP                             : 19660520199203101...